Bahasa dan Budaya Lokal adalah akar dari budaya Nasional. Untuk itu, Provisi Jawa Tengah telah mengeluarkan kurikulum muatan lokal Bahasa Jawa. Salah satu materi muatan lokal Bahasa Jawa adalah Cerita-cerita wayang dari siklus cerita Ramayana, Mahabarata dan Baratayudha. Untuk mempermudah daya serap pembelajaran dan menambah 

ketertarikan siswa, baru-baru ini diadakan WAYANG GO TO SCHOOL. Wayang Go to school itu mengambil cerita lahirnya Anoman. Tokoh Ramayana yang merupakan tokoh penghubung alur utama dari siklus cerita tersebut. Dikisahkan di pertapaan Sukendra, Resi Gotama mempunyai seorang istri bidadari bernama Dewi Windradi. Mereka mempunyai satu puteri bernama Dewi Anjani, dua orang putera bernama Guwarsi dan Guwarsa. Pada suatu saat, Dewi Windradi meminjamkan Cupu Manik Astagina, sebuah Cupu (mangkok bertutup) yang bisa melihat segala keindahan dunia dari dalam cupu. Ditengah asyiknya menonton keindahan dunia, Guwarsa dan Guwarsi ingin juga melihat keindahan tersebut, terjadilah rebutan cupu di antara ketiga saudara tersebut. Akhirnya mereka ketahuan oleh Resi Gotama, sehingga ketiganya diinterogasi. Hasil interogasi ternyata Cupu Manik tersebut berasal dari Dewa Surya, mantan pacar Dewi Windradi ketika masih di khayangan. Mengetahui hal tersebut Resi Gotama marah dan menyumpahi Dewi Windradi menjadi patung, dan membuangnya ke negeri Alengka. Sementara Cupu Manik Astagina dilemparkan sejauh-jauhnya. Karena masih terlalu penasaran akan kegunaan cupu manik, Anjani, Guwarsa dan Guwarsi mengejar ke arah cupu dilempar. Menurut keyakinan mereka bertiga, cupu jatuh di sebuah telaga bernama Somala. Ketiganya menceburkan diri. Cupu tidak dapat ditemukan, malah mereka berubah wujud menjadi manusia kera. Setelah mengetahui bahwa mereka masuk dalam telaga kutukan dan berubah menjadi manusia kera, maka mereka segera pulang dan menghadap ayahandanya. Resi Gotama memerintahkan supaya Dewi Anjani bertapa di tepian telaga Somala hingga kutukannya berakhir. Oleh Resi Gotama, Guwarsi dirubah namanya menjadi Subali dan disuruh bertapa ngalong (menggelantung seperti kelelawar). Guwarsa diminta merubah nama menjadi Sugriwa dan diminta bertapa ngidang (hanya boleh makan rerumputan seperti rusa). Wayang ringkas yang dimainkan oleh ki Dalang Ki Anom Widodo, S.S., M.Pd di kelas-kelas tersebut tenyata mendapat antusiasme dari para siswa yang sedang mempelajari cerita Ramayana. Di akhir cerita, Anjani melahirkan Anoman, dan Sugriwa menjadi panglima tentara kera yang membantu Rama menyerang Alengka. Membinasakan raja angakarmurka Rahwana yang sudah berani menculik istri Maharaja Rama dari Ayodya.

Facebook
Google+
Twitter
WhatsApp

Tinggalkan komentar